Budaya Ngekor?
Fakta mencatat, bahwa semut begitu suka sama yang manis-manis, betul? itu pengantarnya, yang tak punya makna dan jawaban. :) ambil secangkir teh, lanjutkan bacaan dan pahami tiap barisnya.
Tulisan absurd
ini bukan Post formal kok, jadi rilex aja bacanya :D
yahyah yahhhh :D “Out of the box!” Keluarlah dari kotak! Demikian seorang
Trainer berbicara. Katanya, keluarlah dari zona
aman jika ingin hebat dan menghebatkan, menemui kecerdasan sebelum keuksesan. Tapi versi
saya cukup sedikit berbeda. “Out of the Tail, atau Remove your tail”
Putuskan ekormu! Percaya atau tidak! Inilah negara kita: sebuah negara yang punya
kelebihan yang sangat banyak. Pena emas mencatat negara ini memiliki
ribuan keanaekaragaman yang tidak dimiliki oleh negara lain. Orang-orangnya,
tumbuh-tumbuhannya, atau dari secara keseluruhannya saya katakan Kekayaannya.
Tak ketinggalan! Negeri ini pun dipatok oleh ekor demi ekor yang terus
terkontaminasi, entahah… baik yang telah lahir, pun yang
belum, sudah memiliki ekornya masing-masing. Hutang. 300 Trilliun lebih -_-. Kemudian
ekor ini yang menjadi titik picu kerusakan tujuan,dari setiap individunya, yang
sebenarnya hebat namun ditenggelamkan oleh potensinya, gara-gara Tail. Ekornya.
Apa sih ekor itu? Ya! Budaya ngekor ini adalah budaya yang
berbahaya! budaya ikut-ikutan. Sebut saja, hal yang mendasar mempengaruhi laju seseorang karena
cuma malah mengikuti jejak kegagalan dan kekeliruan nenek moyangnya. “Kenapa
dirimu berdemo?” Ya! Karena senior saya melakukkan hal yang sama tempo hari.
Buruk bukan.
Hampir semua yang kita anggap sesuatu biasa akhirnya
dibiasa-biasakan, padahal aslinya berpengaruh luarbiasa. Berpapasan saat
bermotor masya Allah kusut wajahnya kayak pakaian belum disetrika selama
setahun. Tet..tot..! Namun demikianlah yang terjadi, padahal film bombe’
yang ditayangkan –di Makassar beberapa bulan lalu telah mencerminkan
sampul “warna-warni kita diciptakan” belum juga ngefek untuk berusaha
memahami. Karena sudah biasa akhirnya jadi kebiasaan padahal dilarang
agama. Makan berdiri mah, jiah biasssa, minum tangan kiri sekali-kali nggak
papa! Heh, kalau cuman sekali dua tiga empat lima enam tujuah kali? Apa
kata malaikat? sama saja ngaur, kan?
Maka, Remove your Tail now! Banyak potensi hebat yang
berpengaruh kuat pada setiap insan, terlalu disayangkan kalau itu berakhir saat
umur menua, lagi belum menghasilkan apa-apa? Untuk masyarakat dan agamanya.
Padahal hidup disunguhkan agar bagaimana ibadah kita
lebih kaffah –kokoh, ibadah secara luas alias jangka panjang bukan
gaya musiman! Ilmu yang bermanfaat secara garis besar, dan memperindah
peradaban sebelum meninggalkannya.
"Singkatnya, Ibarat dalam sebuah perjalanan, buat mereka
yang tidak punya tujuan jelas mau pergi ke mana, Cuma akan habisin bahan bakar
karena cuman muter-muter tanpa arah... ujung-ujungnya mogok,deh. Remove your
tail! Budaya ngekor di indonesia, alias budaya ikut-ikutan, harus
dipilah-pilih, ikuti yang baik-baik saja. :)









0 Comment:
Arigato Gozaimasu^^, atas Komentar dan Tanggapannya... #SalamKenal ya! :)