Sunday, February 15, 2015

Budaya Ngekor?


Fakta mencatat, bahwa semut begitu suka sama yang manis-manis, betul? itu pengantarnya, yang tak punya makna dan jawaban. :) ambil secangkir teh, lanjutkan bacaan dan pahami tiap barisnya.

Tulisan absurd ini bukan Post formal kok, jadi rilex aja bacanya :D yahyah yahhhh :D “Out of the box!” Keluarlah dari kotak! Demikian seorang Trainer berbicara. Katanya, keluarlah dari zona aman jika ingin hebat dan menghebatkan, menemui kecerdasan sebelum keuksesan. Tapi versi saya cukup sedikit berbeda. “Out of the Tail, atau Remove your tail” Putuskan ekormu! Percaya atau tidak! Inilah negara kita: sebuah negara yang punya kelebihan yang sangat banyak. Pena emas mencatat negara ini memiliki ribuan keanaekaragaman yang tidak dimiliki oleh negara lain. Orang-orangnya, tumbuh-tumbuhannya, atau dari secara keseluruhannya saya katakan Kekayaannya. Tak ketinggalan! Negeri ini pun dipatok oleh ekor demi ekor yang terus terkontaminasi, entahah… baik yang telah lahir, pun yang belum, sudah memiliki ekornya masing-masing. Hutang. 300 Trilliun lebih -_-. Kemudian ekor ini yang menjadi titik picu kerusakan tujuan,dari setiap individunya, yang sebenarnya hebat namun ditenggelamkan oleh potensinya, gara-gara Tail. Ekornya.


Apa sih ekor itu? Ya! Budaya ngekor ini adalah budaya yang berbahaya! budaya ikut-ikutan. Sebut saja, hal yang mendasar mempengaruhi laju seseorang karena cuma malah mengikuti jejak kegagalan dan kekeliruan nenek moyangnya. “Kenapa dirimu berdemo?” Ya! Karena senior saya melakukkan hal yang sama tempo hari. Buruk bukan.

Hampir semua yang kita anggap sesuatu biasa akhirnya dibiasa-biasakan, padahal aslinya berpengaruh luarbiasa. Berpapasan saat bermotor masya Allah kusut wajahnya kayak pakaian belum disetrika selama setahun. Tet..tot..! Namun demikianlah yang terjadi, padahal film bombe’ yang ditayangkan –di Makassar beberapa bulan lalu telah mencerminkan sampul “warna-warni kita diciptakan” belum juga ngefek untuk berusaha memahami. Karena sudah biasa akhirnya jadi kebiasaan padahal dilarang agama. Makan berdiri mah, jiah biasssa, minum tangan kiri sekali-kali nggak papa! Heh, kalau cuman sekali dua tiga empat lima enam tujuah kali? Apa kata malaikat? sama saja ngaur, kan?

Maka, Remove your Tail now! Banyak potensi hebat yang berpengaruh kuat pada setiap insan, terlalu disayangkan kalau itu berakhir saat umur menua, lagi belum menghasilkan apa-apa? Untuk masyarakat dan agamanya.

Padahal hidup disunguhkan agar bagaimana ibadah kita lebih kaffah –kokoh, ibadah secara luas alias jangka panjang bukan gaya musiman! Ilmu yang bermanfaat secara garis besar, dan memperindah peradaban sebelum meninggalkannya.

"Singkatnya, Ibarat dalam sebuah perjalanan, buat mereka yang tidak punya tujuan jelas mau pergi ke mana, Cuma akan habisin bahan bakar karena cuman muter-muter tanpa arah... ujung-ujungnya mogok,deh. Remove your tail! Budaya ngekor di indonesia, alias budaya ikut-ikutan, harus dipilah-pilih, ikuti yang baik-baik saja. :) 

0 Comment:

Arigato Gozaimasu^^, atas Komentar dan Tanggapannya... #SalamKenal ya! :)

Powered by Blogger.

Find us on Google Plus

FOLLOWERS

UNDERSTAND?

PAGE VIEW

SUBSCRIBE US

Protected by Copyscape Plagiarism Finder DMCA.com Protection Status
Powered By Blogger